Bioflok Udang Vaname dengan Kolam Bundar

Spread the love

Bioflok udang vaname merupakan sistem terbarukan yang sudah sering para pembudidaya coba. namun apa sih sebenarnya bioflok itu? dan kapan kita harus menggunakan budidaya udang vaname sistem bioflok? lalu kenapa kita harus meng implementasi budidaya udang vaname sistem bioflok pada kolam bundar? simak penjelasan berikut tentang bioflok udang vaname dengan kolam bundar.

Apa itu Bioflok pada budidaya udang?

Sebenarnya konsep bioflok tidak hanya terpakai pada budidaya udang saja namun hampir pada setiap aquaculture juga mengimplementasikan sistem bioflok. Konsepnya sebenarnya sama saja hanya biota yang di kembangbiak kan saja yang berbeda, dalam konteks ini yaitu udang.

Secara harfiah, Bioflok adalah campuran berbagai macam mikro-organisme, plankton, fito-plankton, protoza, detrius termasuk juga partikel organik lainya.

Manfaat Teknologi Bioflok udang vaname?

Teknologi bioflok mampu menimalisir waktu pergantian air, dapat meningkatkan kualitas air pada kolam budidaya, mampu menekan pakan, dan juga sebagai pencegahan penyakit selama siklus budidaya udang vaname.

dikutip dari jurnal balitbang.kkp.go.id; Permasalahan yang sering terjadi pada budidaya tambak udang intensif yaitu menurunnya nilai kualitas air selama dalam proses pembesaran udang dan disertai dengan munculnya penyakit. menurut Pantjara dalam jurnal vol 5 no 2 yang berjudul: BUDIDAYA UDANG VANAME SISTEM BIOFLOK menjelaskan bahwa upaya penanganan masalah utama tersebut yaitu dengan memanfaatkan bioflok di tambak.

BACA JUGA :  Strategi Budidaya Udang Vaname

7 Faktor dalam sistem Bioflok udang vaname

ada beberapa faktor yang mempengaruhi saat ingin menggunakan budidaya udang vaname sistem bioflok, yaitu:

Bioflok udang vaname kolam bundar

Konstruksi tambak sebaiknya dari kolam beton atau untuk yang lebih efisien bisa menggunakan kolam bundar untuk sistem bioflok udang. mengapa tambak tanah tidak cocok? karena ketika pengaplikasian kincir tanah pada dasar kolam akan teraduk dan mencemari kualitas air.

Jenis kolam terpal menggunakan plastik HDPE juga bisa untuk aplikasikan sistem ini. kolam bundar dengan diameter 5 palling rendah agar hasil cukup, atau menggunakan kolam bundar ukuran D20 dan D30.

Perhatikan Limbah Sisa pakan

Sisa pakan dapat menjadi sumber nitrogen dan karbon untuk kebutuhan bioflok udang vaname. C.N rasio ideal dalam budidaya udang vaname sistem bioflok yaitu 1:15- 1:20.

Bakteri akan memproses sisa pakan maka dari itu kebutuhan suplay kincir sangat berperan besar pada tahap ini. dengan kontrol dan monitoring pakan yang jelas maka kita tahu.

Penempatan Posisi Kincir Air

Kincir air dalam kolam harus ditempatkan menyesuaikan sirkulasi, tujuanya adalah agar proses pengadukan bioflok udang vaname dapat merata dan maksimal. Proses air teraduk pada area tambak dari kincir air harus stabil, atur posisi kincir untuk menghindari adanya titik mati arus air karena bakteri tak akan mampu mengubah limbah tanpa bantuan kincir.

bioflok udang vaname

Dalam perhitungan Kebutuhan Kincir pada tambak, secara umum menggunakan konversi 1HP atau setara 750Watt untuk menunjang populasi atau Bio Mass berkisar 480-500 kg.

Kurangi Pergantian Air Kolam secara Berlebihan

pergantian air secara terus menerus pada bioflok udang vaname dapat mempengaruhi keseimbangan unsur C/N. Selain itu, pergantian air secara cepat akan membuang bakteri yang sudah tumbuh dan sebaliknya juga bisa membawa bakteri patogen masuk dari proses pergantian air secara cepat. untuk suplay carbon juga bisa memanfaatkan molase atau tetes tebu.

BACA JUGA :  Strategi Budidaya Udang Vaname

Pemberian molase bisa campurkan dengan pakan atau bisa dengan campuran kapur dolomit, bisa juga berbarengan dengan ketika pemberian probiotik.

Monitoring Kepadatan Flok Secara Berkala

Cek selalu flok agar tidak terlalu padat, flok yang berlebihan pada bioflok budidaya udang vaname kolam bundar akan menurunkan kualitas flok. Jika terlalu padat bisa lakukan sipon pada central drain untuk mengurangi.

Indikator Volume Bioflok

  • volume flok > 20 mL/L = Padat
  • 10 – 20 mL/L = Sedang
  • 1-10 mL/L = Rendah
  • < 1 mL/L = Sangat rendah

Pasokan Oksigen yang memadai Selama Proses Budidaya Udang

Oksigen pada bioflok udang vaname sangat berperan penting dalam pembentukan flok dan juga menjaga kolam agar tetap stabil antara kebutuhan untuk bakteri, palkton dan juga udang.

Kekurangan suplai oksigen akan berdampak sangat fatal dalam proses pembesaran udang, karena bisa menyebabkan meningkatnya amoniak dan juga kematian masal. Selalu cek DO air terutama pada malam hari.

Jaga PH Air tetap stabil

Untuk menjaga PH air agar tidak drop bisa aplikasin kapur dolomit dengan dosis sesuai penurunan PH. umumnya PH air normal tambak udang yaitu berkisar ph 7-8 dengan nilai fluktuasi antara 0,02.

PH air yang stabil juga akan membuat nyaman mahkluk hidup dalam tambak, karena mereka tidak perlu fokus bertahan hidup hanya untuk beradaptasi saja. Selain PH perhatikan juga Suhu air.

Kelebihan Sistem Bioflok

  1. Minim pergantian air
  2. Tidak terlalu bergantung pada sinar matahari
  3. Padat tebar lebih tinggi
  4. Produktivitas maksimal
  5. FCR rendah
  6. Lahan yang efisien
  7. Pemanfaatan sisa limbah yang optimal
  8. Menekan amoniak
  9. Kualitas air stabil
  10. Air memiliki Protein alami

Kesimpulan

Proses bioflok udang vaname sangat bergantung pada teknologi dan peralatan yang memadai dalam proses pembesaran udang vaname. Selain dari faktor faktor diatas masih banyak hal lagi yang perlu para pembudidaya perhatikan, seperti kualitas benih udang, jenis pakan, sumber daya air yang bagus, serta cuaca dalam proses ternak udang.

BACA JUGA :  Strategi Budidaya Udang Vaname

Itulah beberapa pengertian mengenai bioflok udang vaname, simak artikel terkait budidaya udang vaname lainya budidayaudangvaname.com

Select Language