Cara Budidaya Udang Vaname di Tambak Tradisional

Spread the love

Cara Budidaya Udang Vaname di Tambak TradisionalUdang vaname merupakan primadona baru dalam dunia tambak baik skala besar maupun kecil banyak orang ingin mencoba budidaya udang vaname. salah satu cara budidaya udang vaname di tambak tradisional atau alami di lahan yang cukup besar dan marginal atau lahan bekas sawah. inilah beberapa tips cara budidaya udang vaname tradisional :

Persiapan Lahan Budidaya Udang Vaname

Pada umumnya cara budidaya udang vaname di tambak tradisional dikelola pada lahan gambut dan marginal atau lahan yang sudah tidak terpakai, pada beberapa kasus lahan budidaya sistem tradisional juga bersifat TSM (Tanah Sulfat Masam). itulah sebabnya persiapan lahan yang matang menjadi kunci pada budidaya udang vaname tradisional. persiapan lahan budidaya pada pola tradisional meliputi pengapuran, perbaikan pematang, pembajakan (opsional), pemupukan, perbaikan caren, pengeringan, pengisian air, peneberan benur dan pembesaran.

BACA JUGA :  Strategi Budidaya Udang Vaname

1. Pengeringan Lahan

Proses pengeringan lahan sangat penting untuk menunjang keberhasilan cara budidaya udang vaname di tambak tradisional, fungsi pengeringan lahan selain untuk membuang gas-gas sisa amoniak, pengeringan juga memudahkan untuk perbaikan pematang, caren dan pengapuran.  lakukan pengeringan lahan setiap awal siklus, umumnya pengeringan dilakukan minimal 7-15 hari tergantung cuaca.

2. Perbaikan Pematang

Pada saat proses pengeringan dilakukan juga perbaikan pematang yang rembes atau bocor akibat kepiting dan hewan lainya agar saat dilakukan pengisian air pada tambak tidak cepat habis. tinggikan juga pematang dan pasang jaring mengelilingi pematang agar hewan liar tidak bisa masuk ke dalam tambak udang.

pengapuran tambak udang vaname tradisional

3. Pengapuran

Pengapuran sangat penting dalam siklus pembesaran udang vaname, lakukan pengapuran pada saat awal tebar untuk mensuplay mineral dan juga membantu menumbuhkan plankton ketika air dimasukan. jika caren tidak bisa kering berikan dosis agak banyak pada cekungan. kapur yang bisa digunakan pada lahan perikanan biasanya kapur aktif atau tohor, kapur pertanian kaptan dan kapur dolomit. berikan 200 kg / h. proses pengapuran susulan menggunakan kaptan pada pagi hari dan dolomit pada malam hari, kapur dolomit sangat penting untuk mineral pada daging setelah mengalami molting agar cangkang tidak lembek.

BACA JUGA :  Cara Budidaya Udang Vaname

4. Perbaikan Caren

Desain tambak budidaya udang vaname tradisional selalu menggunakan caren untuk memudahkan proses panen, perbaikan caren sangat diperlukan untuk mengangkat lumpur berat yang mengumpul pada caren, angkat lumpur ke atas pematang, proses ini juga dilakukan bersamaan saat lahan di keringkan. selain itu pula bisa dilakukan pembajakan atau pembalikan pelataran tambak, namun hal ini jarang dilakukan pada kebanyakan petambak.

5. Pemupukan

pupuk tambak udang vaname tradisional
foto oleh : Hadi Al Karami

Pupuk tidak hanya digunakan pada pertanian, namun pada perikanan juga dibutuhkan pemupukan funsginya selain untuk menyuburkan tanah juga berfungsi untuk merangsang tumbuhnya plankton dengan cepat, jenis pupuk dasar yang sering digunakan pada budidaya udang vaname tradisional adalah pupuk urea, pupuk za, pupuk sp 36 klenteng, pupuk phonska. untuk pupuk susulan biasanya menggunakan pupuk organik cair ataupun pupuk kandang. dosis pemupukan biasanya 2:1 untuk urea dan sp 36. 100kg:50kg / 1000m2.

6. Pengisian Air

Pada saat proses memasukan air baru kedalam tambak udang vaname usahakan menggunakan saringan, saat awal jangan lakukan pemasukan air secara full namun bertahap. masukan air sekitar 30 cm lalu setelah minimal 2×24 jam atau 3 hari masukan lagi air sampai 50 – 60 cm itu berfungsi untuk merangsang kapur agar bekerja maksimal menunjang PH tanah, lanjutkan dengan pengobatan atau sterilisasi kolam budidaya dengan menggunakan cupri,kaporit, dan samponin. penggunaan samponin saja sudah cukup untuk membunuh telur ikan kecil. lakukan penebaran samponin saat pemasukan air pertama pada ketinggian kurang lebih 30cm dan aplikasikan pada saat matahari benar-benar terik. setelah 10 hari dari awal pengisian air baru masukan benur, untuk padat tebar benur bisa dilihat pada

BACA JUGA :  Padat Tebar Udang Vaname
dan untuk cara menebar benur yang baik bisa simak pada artikel berikut
BACA JUGA :  Cara menebar benur udang vaname yang baik

Kesimpulan

Pada intinya strategi budidaya udang vaname di tambak tradisional adalah persoalan tentang bagaimana mempersiapkan lahan budidaya yang bagus dan matang, pada pola tradisional secara umum udang mengandalkan pakan alami tanpa penambahan pakan buatan, pemupukan susulan dilakukan pada saat usia minimal 15 hari dengan dosis minimal 5% dari pupuk dasar. penambahan fermentasi hanya opsional dilakukan pada masing-masing petambak untuk masa cara budidaya udang vaname di tambak tradisional umumnya 50 -70 hari sudah bisa dilakukan proses pemanenan karena diatas itu harus memerlukan suplay oksigen dan pakan tambahan tentu konsep itu sudah tidak bisa dikatan alami atau tradisional.

Satu pemikiran pada “Cara Budidaya Udang Vaname di Tambak Tradisional”

Komentar ditutup.

Select Language