Cara Budidaya Udang Vaname

Spread the love

cara membudidayakan udang vaname bioflok

yuk simak, Inilah 5 Fakta menarik Cara Budidaya Udang Vaname yang Benar dan Menggiurkan untuk Dikelola

Konsumsi makanan berupa hasil laut (seafood) di beberapa negara menjadi trend yang terus meningkat setiap tahunnya. Tingkat pertumbuhan dalam mengkonsumsi seafood di negara-negara maju mencapai angka 4-6 persen setiap tahunnya. Dari sekian banyak hasil laut tangkapan nelayan, udang menjadi hewan favorit untuk dikonsumsi karena bisa diolah dengan berbagai macam olahan. Bagi Indonesia, memiliki wilayah laut yang lebih luas dibandingkan dengan daratan mendatangkan keuntungan dengan hasil laut yang cukup melimpah. Udang vaname menjadi salah satu hewan laut yang banyak dibudidayakan, namun belum banyak orang yang tahu cara budidaya udang vaname.

Indonesia menjadi salah satu tempat budidaya udang vaname yang cukup cocok, karena letak geografisnya sangat mendukung dengan iklim yang sesuai. Permintaan udang vaname di pasar internasional sangat tinggi, terlebih keberadaannya disambut positif oleh para pengusaha makanan laut dengan tingkat konsumsinya yang semakin meningkat. Hal ini ditambah dengan beberapa keunggulan udang vaname bila dibandingkan dengan jenis udang lainnya, salah satunya adalah kemampuannya dalam tumbuh. Hewan ini mampu tumbuh dengan waktu antara 90-100 hari dengaan kemampuan bertahan hidup yang baik terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Bagi kamu yang tertarik untuk memulai usaha budidaya udang vaname, berikut ini ulasannya.

Asal Usul Udang Vaname

Sebelum mengetahui bagaimana cara budidaya udang vaname, perlu diketahui dari mana asal usul udang Vaname sampai di Indonesia. Udang Vaname atau yang bernama latin Litopenaeus Vannamel adalah salah satu jenis udang laut yang mempunyai nilai ekonomis cukup besar. Meski begitu, udang vaname bukanlah udang jenis asli dari Indonesia seperti udang windu (Penaeus Monodon) maupun udang putih (Penaeus Merguiensis). Udang vaname mulai dibudidayakan di wilayah nusantara ketika budidaya udang windu dan udang putih mengalami penurunan akibat dari serangan hama. Kemampuannya dalam bertahan dari serangan hama atau virus penyebab gagal tumbuh membuatnya menjadi primadona bagi para petani udang. data berikut di ungkap pula dari jurnal ilmiah unair vol 10, no 2 edisi juni 2021

Habitat asli udang vaname adalah di kawasan benua Amerika, tepatnya di kawasan Amerika Latin bagian barat dekat pantai pasifik. Budidaya yang dilakukan secara intensif mulai berkembang di negara Venezuela, Brazil, hingga Kolombia pada tahun 1970-an. Impor udang ini mulai dilakukan di wilayah asia mulai tahun 1988 oleh China dan Thailand sampai tahun 2001 oleh India dan Malaysia. Udang Vaname mulai masuk ke Indonesia pada tahun 2001 sebagai alternatif budidaya udang yang kala itu kondisinya tengah mengalami penurunan. Beberapa ekor yang masuk berasal dari negara Meksiko dan Nikaragua, dilanjutkan dari Taiwan serta Hawai.

BACA JUGA :  Strategi Budidaya Udang Vaname
BACA JUGA :  Cara Budidaya Udang Vaname di Tambak Tradisional

Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar

Apa itu budidaya udang vaname? Untuk memulai budidaya udang vaname tidaklah sulit karena ada dua macam pilihan untuk membudidayakannya. Pertama adalah budidaya dengan cara tradisional. Berikut ini cara budidaya udang vaname.

1. Tempat Budidaya

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan udang jenis vaname adalah mempersiapkan tempat budidaya itu sendiri. Tempat untuk budidaya tradisional biasanya menggunakan tambak. Pastikan kondisi tanah pada tambak sudah melalui oksidasi agar sifat keasaman tanah hilang. Gunakan gas-gas beracun alami yang bertujuan untuk membersihkan tambak dari telur-telur hama yang akan mengancam kehidupan udang.

Cara budidaya udang vaname di tambak tradisional pada tahap persiapan harus melalui proses pengeringan, pengapuran, dan pemupukan. Dasar tanah pada tambak wajib dalam posisi kering sehingga kondisi netral dari berbagai jenis hewan atau hama, lumut, dan tumbuhan lain. Jika kondisi cuaca sedang panas, pengeringan dapat dilakukan selama 2-3 minggu. Sebaliknya, jika kondisi cuaca sedang sering hujan, pengeringan akan memakan waktu yang lebih lama.

Proses kedua adalah pengapuran tanah dengan tujuan menyeimbangkan kadar ph tanah dan meningkatkan kapasitas penyangga air. Untuk beberapa jenis kapur yang bisa digunakan untuk pengapuran diantaranya ada kapur mati, kapur dolomit, dan kapur pertanian. Dosis pemakaian kapur untuk pengapuran tidak lebih dari 75 kg per hektare jika memakai kapur mati dan 250 kg per hektare untuk kapur dolomit. Jika memakai kapur dolomit, dosis pemakaiannya sebanyak 250 kg per hektare.

Sedangkan proses ketiga yaitu pemupukan, yang berfungsi sebagai cara untuk menyediakan nutrisi untuk udang dapat bertahan hidup. Pupuk organik yang cocok untuk pemupukan diantaranya ada saponin, bungkil teh, atau pakan yang sudah rusak. Apabila menggunakan pupuk anorganik, beberapa jenis pupuk yang cocok ada tsp (sp 36) dan urea.

Bungkil teh dan saponin dapat digunakan sebagai pupuk untuk membunuh ikan yang hidup di area tambak yang mengganggu pertumbuhan udang. Sebelum digunakan sebagai pupuk, bungkil teh dan saponin harus dihancurkan sampai lembut dan direndam dengan air selama kurang lebih 1 hari. Setelah 1 hari, rendaman tersebut disaring untuk mendapatkan ampas yang bisa digunakan sebagai pupuk organik untuk tambak.

BACA JUGA :  SOP Budidaya Udang Vaname Intensif yang Efektif

2. Pilih Bibit Udang yang Berkualitas Baik

Pemilihan bibit udang yang berkualitas agar mendapatkan hasil panen yang melimpah dilakukan dengan selektif. Beberapa ciri udang yang baik diantaranya mempunyai insang, tidak terdapat luka di seluruh tubuhnya, ukurannya sama, dan mempu berenang di arus yang deras. Ketika udang yang berkualitas sudah didapatkan, proses penebaran bibit ke tambak sudah bisa dilakukan.

3. Penebaran dan Pemeliharaan

Pada umumnya, penebaran bibit udang dapat dilakukan pada pagi hari seperti jenis-jenis udang lainnya. Namun lain halnya dengan udang vaname, karena penebarannya harus dilakukan pada siang hari. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar kondisi suhu air di tambak dalam posisi hangat terkena cahaya matahari. Sebelum melepaskan ke tambak, udang vaname terlebih dahulu melalui proses aklimitasi. Adapun aklimitasi dilakukan dengan cara memasukkan bibit udang dalam plastik bening yang berisi air dari tambak.

Setelah di masukkan dalam plastik, letakkan di atas air tambak kurang lebih selama 30-60 menit. Kemudian plastik tersebut dibuka dan bibit udang dilepas secara perlahan ke dalam tambak. Bibit udang dapat ditebarkan dengan kepadakan mencarai 10 ekor per meter persegi.

4. Pemberian Pakan Udang

Udang vaname akan memakan plankton yang ada dalam tambak sebagai pakan alaminya. Namun, terkadang mereka akan saling berlomba mencari makanan dan terkadang jika jumlah plankton terbatas akan menyebabkan kanibalisme terjadi. Untuk menghindari hal tersebut, petani harus menyediakan pakan tambahan yang cukup dengan menggunakan pelet. Pilih pelet dengan kandungan protein sebesar 30% dan dilakukan sebanyak 3 sampai 4 kali sehari. Pakan ini diberikan ketika usia udang memasuki hari ke 70 karena biasanya kandungan planton mulai berkurang.

5. Proses Pemanenan

Berapa bulan panen udang Vaname? Saat memanen udang, pastikan kesehatan dan perkembangan udang dalam kondisi baik karena akan mempengaruhi harga jualnya. Setelah 100 hari sejak penebaran bibit, udang vaname sudah siap untuk dipanen. Tabur kapur dolomit sebanyak 80 kg per hektare sebelum panen dilakukan dan jangan ada pergantian air. Adanya pergantian air akan membbuat udang mudah untuk berganti kulit sehingga mengganggu saat panen dilakukan.

Panen dilakukan dengan menggunakann beberapa alat tradisional seperti jaring, jala, ember, baskom, dan lain sebagainya. Cara memanen dilakukan dengan mengurangi kadar air dalam tambak secara perlahan. Pengurangan air dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan mesin pompa air.

Selain dengan cara tradisional, budidaya udang vaname dapat dilakukan dengan cara intensif dengan sistem bioflok menggunakan media air payau. Berikut ini penjelasan dan proses budidayanya.

BACA JUGA :  Strategi Budidaya Udang Vaname

Budidaya Udang Vaname Bioflok

cara budidaya udang vanami
foto oleh: avid piliang

1. Siapkan Lokasi Budidaya

Lokasi untuk membudidayakan udang  vaname dapat disesuaikan dengan kebutuhan, bisa dilakukan di belakang rumah atau tanah yang kosong. Tempat budidaya dapat dilakukan dengan tambak atau dengan terpal. Pastikan tempat budidaya jauh dari hewan-hewan yang mengganggu agar pertumbuhan udang dapat berjalan dengan baik.

2. Mengisi Air dalam Kolam

Apakah udang vaname bisa dibudidayakan di air tawar? Isi air dalam tempat budidaya dengan air tawar secara bertahap. Setelah itu, tambahkan garam ke dalam air sebanyak 10 ppm (part per milion), tunggu selama beberapa hari. Perlu diperhatikan bahwa salinitas tempat budidaya harus berada pada angka 20-30 ppt (part per thousand).

3. Fermentasi Kolam

Fermentasi untuk undang vaname dilakukan dengan cara menambahkan probiotik dan garam. Hal ini bertujuan agar air dalam kolam tempat membudidayakan berubah menjadi payau.

4. Pemilihan Bibit Udang yang Unggul

Sama seperti pada umumnya, bibit yang digunakan untuk budidiaya wajib memiliki kualitas yang tinggi. Bibit udang yang unggul dapat dilihat dari ukurannya yang seragam. Selain itu, kemampuannya berenang melawan arus dan tidak ada kerusakan pada tubuh menandakan bibit tersebut unggul.

5. Penebaran Benih

Berbeda dengan jenis budidaya udang air tawar, budidaya udang intensif dengan air payau dilakukan pada sore hari. Hal ini dilakukan dengan maksud agar air dalam kolam tidak terlalu panas dan menyenangat.

6. Pemeliharaan

Perhatikan bagaimana kondisi tempat budidaya udang vaname berlangsung di dalam kolam. Cek selalu kadar ph air kolam budidaya dan suhu di dalamnya. Pastikan kandungan oksigen terjaga dengan baik sehingga menunjang proses pertumbuhan udang.

7. Pemberian Pakan

Setelah memasuki hari ke 7, kamu perlu memperhatikan kebutuhan nutrisi udang. Biasanya udang akan memakan plankton yang berada pada tempat hidupnya. Setelah usianya memasuki 7 hari, tambahkan pakan dengan kandungan protein sebesar 30%. Pemberikan pakan dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari.

8. Pengurasan Kolam

Agar udang dapat tumbuh dengan baik dan memiliki ketahanan yang tinggi, jangan lupa untuk mengganti air kolam. Pergantian air kolam dapat dilakukan ketika usia udang memasuki hari ke 25. Ganti air dalam kolam dengan menambahkan volume air sebesar 10-15 persen dari kondisi semula.

9. Pemanenan

Berapa hari udang vaname bisa dipanen? Setelah semua proses mulai dari pembersihan dan perawatan kolam dilakukan dengan baik, udang dapat dipanen. Usia ideal udang untuk bisa dipanen adalah yang berusia 100 hari karena saat itu udang sudah dalam kondisi dan kualitas yang terbaik.

Kesimpulan

Itulah beberapa cara budidaya udang vaname yang bisa ditempuh baik dengan metode tradisional dengan menggunakan air tawar maupun dengan metode intensif air payau. Bila dilakukan dengan baik, saat panen udang vaname akan menghasilkan nilai jual yang tinggi. Saat ini harga udang vaname berkisar antara 50-120 ribu per kg tergantung ukurannya. Cukup menggiurkan apabila kamu berminat untuk ternak udang vaname.

Select Language