Persiapan Kolam Tanah Sebelum Tebar Benih

Spread the love

Persiapan penting pada Kolam Tanah Sebelum Tebar Benih – Budidaya udang telah menjadi salah satu kegiatan ekonomi yang berkembang di masyarakat.
Permintaan pasar yang terus-menerus meningkat menjadikan kegiatan budidaya udang sebagai pilihan usaha bagi masyarakat.
Budidaya udang vaname tidak hanya dilakukan oleh masyarakat wilayah pesisir saja. Masyarakat wilayah perkotaan dan pedesaan pun juga dapat melakukan kegiatan budidaya tersebut.
Hal utama yang harus anda perhatikan apabila Anda ingin memulai usaha sebagai pembudidaya udang ialah kolam. Kolam ini nantinya akan menjadi tempat tinggal bagi udang yang Anda budidaya nantinya.

Terdapat beberapa jenis kolam budidaya yang biasanya digunakan, yakni kolam tanah, kolam plastik dan kolam beton.

Untuk kolam udang, biasanya mudah kita temui pada daerah pedesaan yang mana tersedia lahan yang luas bagi para pembudidaya serta persiapannya yang tidak semahal dan rumit seperti kolam-kolam lainnya.
Artikel ini akan menjelaskan apa saja yang harus Anda persiapkan dan lakukan dalam pembuatan kolam budidaya udang menggunakan kolam tanah.

JENIS-JENIS KOLAM TANAH

Sejatinya, kolam tanah memiliki beberapa jenis yang dapat menjadi pilihan bagi para pembubidaya, antara lain:

Kolam Tanah dengan Pematang Tanah

Kolam tanggul tanah ini biasa digunakan oleh petani udang tradisional. Jenis ini tergolong mudah dalam pengerjaan dan juga murah dalam proses pembuatannya. Sisi lainya, pemeliharaan kolam tanah dengan tanggul tanah ini memerlukan tingkat ketelatenan yang tinggi karena kola ini mudah kotor dan rusak.
Tanggul tanah yang telah terbuat juga dapat menjadi sasaran empuk para binatang yang senang menggali, contohnya: kepiting. ikan gabus, ikan sapu-sapu, belur. yang suka membuat lubang pada pematang tambak.

BACA JUGA :  udang vaname umur 50 hari dan 10 hari size 30

Kolam Tanah yang terlapisi Tanggul Tembok

Kondisi kolam budidaya ini, Secara umum sekelilingnya terdapat tanggul tembok, orang menyebutnya sebagai kolam semi intensif. Kolam jenis ini lebih awet dan tahan lama apabila kita bandingkan dengan jenis kolam tanah yang hanya terlapisi tanggul tanah.
Dengan tanggul tembok, lapisan ini tidak akan mudah rusak oleh binatang.

Kolam Tanah Tambak Air Payau

Kolam tanah dengan jenis ini biasanya digunakan oleh pembudidaya udang yang lokasinya dekat dengan laut. Definisi Tambak biasanya air kolamya tenang dan memiliki ukuran yang melebar atau panjang; yang sering ada berukuran kurang lebih 1000 m2 per satu kolamnya.
Sumber pengairan tambak ini dapat berasal dari air laut maupun muara sungai sehingga menyebabkan air kolam tambak terasa payau.

TAHAP PERSIAPAN KOLAM TANAH

Pengeringan Kolam

Pengeringan kolam merupakan tahapan pertama dalam menyiapkan kolam tanah untuk budidaya udang vaname. Tahap pengeringan kolam harus dilaksanakan setiap kali kegiatan budidaya udang hendak kita mulai. Caranya adalah dengan mengosongkan isi kolam lalu menjemur dasar kolam.
Penjemuran dasar kolam sendiri memerlukan 3 – 7 hari, bergantung pada jenis tanah dan juga cuaca.
Apabila tanah pada dasar kolam telah terlihat retak-retak, itu artinya proses penjemuran telah selesai. Proses penjemuran yang terlampau lama dapat mengakibatkan tanah membatu atau terlalu keras.
Cara lain yang dapat anda lakukan untuk mengecek apakah penjemuran telah selesai ialah dengan menginjakkan kaki pada dasar kolam. Apabila telapak kaki Anda meninggalkan jejak sedalam kurang lebih 1 cm, maka penjemuran telah usai.

Proses penjemuran ini dimaksudkan untuk memutus siklus hidup dari hama dan juga bakteri penyakit yang mungkin muncul pada periode budidaya sebelumnya.
Cahaya matahari membantu membunuh mikroorganisme patogen yang terdapat pada kolam tanah. Kegunaan penjemuran ialah menghilangkan gas-gas beracun yang terdapat pada dasar kolam.

BACA JUGA :  Cara Mencegah Penyakit udang Berak Putih

Pembajakan Tanah

Dasar pelataran yang telah mengering sempurna kemudian anda olah dengan pembajakan tanah. Kedalaman tanah pembajakan ±10 cm.
Hal ini bertujuan untuk membalik tanah dasar kolam agar tanah menjadi gembur. Selain itu, lumpur hitam yang tersisa di dasar kolam akan ikut terangkat selama proses pembajakan berlangsung.
Lumpur hitam ini terbentuk dari sisa pakan udang yang tidak habis termakan dan kemudian mengendap pada dasar kolam.
Lumpur ini mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan cenderung busuk serta mengandung gas-gas beracun, seperti amoniak (NH3), hidrogen sulfide (H2S) dan juga nitrit (NO2).
Bersamaan dengan proses pembajakan, Anda dapat melakukan pengecekan pada pematang atau tanggul kolam. Apabila ditemukan kebocoran atau rusak pada tanggul segeralah tambal agar tidak menimbulkan kebocoran yang lebih parah.
Selain itu, bersihkan dasar kolam dari sampah anorganik dan kerikil yang ada.

Pengapuran Kolam Tanah

Pemberian kapur pada permukaan dasar tambak dimaksudkan untuk menetralkan pH tanah setelah digunakan sebagai tempat budidaya udang. Tingkat keasaman tanah pada area budidaya biasanya akan meningkat.
Kapur yang digunakan dalam proses pengapuran yakni dolomit atau kapur pertanian. Tingkat pH yang ideal untuk perkembangan udang budidaya yakni berkisar antara pH 7 – 8.
Jumlah kapur yang ideal untuk menetralkan pH ialah berkisar pada 2 ton/ha. Namun jumlah kapur hendaknya disesuaikan dengan jenis dan tingkat pH pada tanah. Berikut ialah takaran yang pas untuk pengapuran pada tanah liat berlumpur, yaitu:

  1. pH <4,0 memerlukan kapur 4 ton/ha
  2. pH 4,0 – 4,4 memerlukan kapur 3 ton/ha
  3. pH 4,5 – 5,0 memerlukan kapur 2,5 ton/ha
  4. pH 5,1 – 5,5 memerlukan kapur 2 ton/ha
  5. pH 5,6 – 6,5 memerlukan kapur 1 ton/ha

Dosis pada takaran diatas perlu anda tambah apabila jenis tanah lebih dominan ke tanah liat. Sedangkan semakin tanah berpasir maka dosis pengapuran dapat anda kurangi.

BACA JUGA :  Padat Tebar Udang Vaname

Pemupukan Kolam Tanah

Setelah pengapuran selesai, maka langkah selanjutnya yaitu pemupukan. Pemakaian pupuk organik sangat bagus untuk pupuk dasar. Namun sekiranya masih kurang, Anda dapat menambahkan pupuk kimia ataupun jenis penyubur tanah yang lain.
Pupuk organik berfungsi untuk mengembalikan tingkat kesuburan pada tanah. Pemakaian pupuk organik ini akan merangsang aktivitas kehidupan di dalam tanah.
Tanah yang kaya akan zat hara sangat baik bagi berkembangnya berbagai organisme baik yang bermanfaat sebagai pakan alami untuk udang vaname dan ikan.
Jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk proses pemupukan yakni pupuk kandang atau pupuk kompos. Untuk dosisnya, gunakan 1 – 2 ton pupuk organik untuk per hektar tanah.
Tebar Pupuk ini secara merata pada permukaan dasar kolam tanah. Apabila masih kurang, Anda dapat menambahkan pupuk kimia. Jenis pupuk kimia yang bisa anda gunakan untuk dasar kolam adalah TSP dan juga urea.
Setelah pemberian pupuk, biarkan kolam dalam 1 – 2 minggu dan kemudian kolam siap anda isi air.

Penggenangan Kolam

Pengisian susulan air kolam adalah tahap terakhir dalam persiapan kolam. lakukan Penggenangan secara bertahap. Pertama, genangi dasar kolam dengan air hingga mencapai 10 – 15 cm.

Kedalaman air tersebut masih memungkinkan bagi cahaya matahari untuk menembus dasar kolam sehingga berbagai macam hewan dan tumbuhan dapat berkembang biak. Biarkan kondisi tersebut dalam kurun waktu 2 – 3 hari hingga warna air berubah kehijauan.
Hal tersebut menandakan bahwa plankton yang berguna sebagai makanan biota air dan udang telah tumbuh. Kemudian, tambah ketinggian air hingga 60 – 75 cm dan kolam pun siap untuk penaburan benih udang.

simak artikel bermanfaat lainya seputar budidaya udang vaname : https://budidayaudangvaname.com/

Select Language